Believe - Morra Quatro
Kalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat, harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu. Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku, dan bulan yang menerangi selama tidur malamku. Tak bosan aku merapalmu dalam doa-doaku, berusaha mengetuk hati Tuhan supaya berbaik hati mengirimkanmu untukku.
Tak perlulah kamu tahu berapa banyak air mata yang membasahi bantal saat khayalku terbawa dalam kenangan tentangmu.
Dan, aku pun tak ingin kamu ikut sedih ketika tahu betapa dinginnya hari-hari tanpa senyummu….
Jadi, beri tahu aku, kapan kau akan kembali? Atau, haruskah aku lagi-lagi mengganggu Tuhan sampai Dia mengabulkan permintaanku?

Mimpi
Mimpi tadi malam cukup membuatku tersentak dan takut.
Bagaimana tidak, aku yang tadinya tidak pernah takut akan kematianku sendiri tiba-tiba bermimpi tentang itu.
Di dalam mimpiku, aku sedang sendiri dan sakit dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
Aku mati dan aku takut.
Keadaannya sangat gelap dan mencekam.
Aku sendiri, ya aku sendiri.
Mengerikan sekali.
Lalu di dalam mimpiku aku terbangun, ternyata itu adalah mimpi (mimpi di dalam mimpi).
Tapi di dalam mimpiku, aku langsung menangis dan ketakutan.
Hal yang paling aku takutkan adalah kegelapan itu.
Apakah itu neraka? Apakah itu tempat akhirku?
Gelap dan mencekam.
Aku terus menangis.
Aku takut mati, aku takut kegelapan itu.
Selama hidupku aku belum hidup benar.
Aku belum siap untuk mati sekarang.
Aku belum siap.
Random II
It’s been a long journey
Satu setengah tahun terjebak di lingkungan yang bahkan sampai sekarang belum bisa aku nikmati
Aku sepertinya sudah menemukan jalan keluar
tapi sepertinya aku harus bertahan selama dua setengah tahun lagi untuk bisa benar-benar keluar
aku juga berharap masa tahanan ku yang dua setengah tahun itu bisa mengubah pandanganku tentang dunia yang aku jalani sekarang
MIMPI
itu yang harus aku bangun kembali
i just need to close my eyes
think about my dream
open my eyes and then do something to make it happen
as simple as that
i just need to cheer up myself

